Home > hikmah > Belajar Ikhlash lewat Doa

Belajar Ikhlash lewat Doa

October 26th, 2009

Amin … amin… amin…., seorang temenku dengan khusu”nya berucap ketika mendengarkan percakapan penuh do”a. “hoey … ngomong dong !!!, amin melulu ..”, seorang temenku yg laen dengan nada guraunya protesss …., kemudian sang pengucap “amin” pun menjawab : “lho kan sayang..low ada yg memuji, berucap baek dan berangan-angan klo tidak di amini, ntar klo ada malaekat lewat gmana ???…., kesempatan g musthi datang dua kali lho…. hehehehe”.

Mengingat kejadian tersebut, aku senantiasa tersenyum…. dan mengamini meski dari sudut pandang yang berbeda. do”a … do”a dan doa … sebuah bentuk penghambaan lewat kata-kata, pengakuan atas kelemahan, pengharapan atas karunia dan kejujuran inderawi atas kebutuhan akan sentuhan ridlo dari Yang Maha Esa dan Pengabul segala apa yang terbaek bagi hamba-Nya.

Udah terbiasa berdo”a …???, kami yakin setiap insan dengan penuh keyakinan akan menjawab “Ya…”, dan memang itulah seharusnya, lalu untuk siapakah do”a tersebut dilantunkan…???, …Dalam salah satu unsur khutbah jum”at … terdapat “Do”a untuk umat islam secara keseluruhan”, adakah yang aneh disitu? .. mari coba kita tengok lebih jauh.

Ketika seseorang berdo”a dalam keadaan membutuhkan, secara otomatis akan berdo”a dengan sungguh-sungguh, khusyu” bahkan tidak segan-segan untuk membiarkan mata mengurangi hak lebihnya (bangun di tengah malam), dan tubuhpun mengamini dengan setianya, dengan bahasa lain dapat kita sebut dengan “Berdo”a dengan penuh keikhlashan”. Demikian pula ketika terdapat kerabat, keluarga, teman atau orang dekat kita tertimpa musibah/masalah … beberapa dari kita pun rela untuk “Berdo”a dengan penuh keikhlashan”, tanpa berharap “kembalian” atas harga lebih yang kita berikan. Sudahkah do”a itu karena Alloh …..? (hmmm ….).

Suatu saat kami bertemu dengan seorang teman, kebetulan bersama dalam satu bus untuk kursus. Kebetulan saat itu bus lumayan penuh, sehingga kami pun terpaksa duduk sambil berdiri (…heheh, jangan di bayangin duduk sambil berdiri tuh kayak apa …, intinya bayar tetep sama, fasilitas berbeda). Di tengah perjalanan terdapat seorang Ibu hamil naek di bus yg sama, tentunya musti berdiri juga karena kursi sudah terisi semua. Tiba-tiba terdapat seorang kakek berdiri dari kursinya dan mempersilahkan ibu hamil tersebut untuk menggantikannya, dengan senyum sumringah sang kakek mempersilahkan “Bu silahkan dduduk di sini saja ….., biar g lelah”.

Seketika itu kudengar bisikan temanku bergumam sambil menengadahkan tangannya, “Subahanlloh …., Allohummaghfirlahu … warhamhu..wa”afihi…wa”f ”anhu”. Dengan heran aku pun jadi pengen usil dengannya … akhirnya ku ajukan pertanyaan yang usil pula karena penasaran, “Pren … barusan ente ngapain, koq baca do”a yang dibaca saat shalat jenazah ….?”…., hehehehe … temenku tersenyum, memahami keherananku. Entar aja jawabnya ..klo dah nyampe., “OK Bosss ….”, aku mengiyakan permintaannya.

Pak sopir pun menginjak pedal remnya, ketika kami dibantu sang kondektur bilang “kiri ….kiri …kiri Pak !!”, dan akhirnya sampailah kami beberapa meter dari tempat tujuan. Sambil jalan temenku memenuhi janjinya…, dia pun menjelaskan, “tadi aku berdo”a … sebagai simbol kekaguman, penghargaan dan penghormatanku terhadap Sang kakek, adapun do”a shalat jenazah tersebut…. cobalah untuk diperhatikan lebih cermat, bukankah artinya … Ya Alloh ampunkanlah dia, rahmatilah dia ….dst???, namun aku g menambahkan wa wassi” madkholahu (luaskanlah kuburannya) , karena dia belum mati…ckckkckckck”. oooo gitu..aku menjawab, dan kami pun berlalu sambil ketawa ketiwi … akan keusilan kami, hehehe…
dalam hati kecilku …. mengatakan “Subahanalloh… luar biasa, meski g kenal… sobatku berdo”a dengan ikhlashnya untuk sang kakek”.

……..

Senada dengan kondisi di atas, sering juga kita temukan sebuah keikhlasan dari Sang kyai atau para ulama yang dengan mudahnya mendo”akan saudaranya sesama islam meskipun belum kenal, tidak tahu dan bahkan belum pernah bertemu ….. dan justru do”a semacam inilah merupakan salah satu jenis do”a yang mustajabah, atau dikabulkan oleh Alloh SWT. Jujur … cobalah sesekali kita tanpa sebab yang jelas mendo”akan orang-orang yang tidak kita kenal …, tidak pernah bertemu langsung…. dan tidak ada sama sekali sangkut paut dan kepentingannya dengan kita …., apa yg kita rasakan????, sia-sia ….???, senang karena berbuat baik …??? atau ada perasaan yg lain..????, tentu hanya masing-masing dari kita yang bisa menjawabnya dengan tepat. Di sinilah mental keikhlasan mulai dilatih…..

Apa manfaat dari ringan do”a?
Salah satu jawabnya sudah jelas…..yakni belajar “IKHLASH”. Tentunya hal ini menjadi pertanyaan besar ditengah perkembangan budaya kapitalis dan individualis ….dalam pribadi modern dewasa ini… (WOW … koq jadi berratttt yach bahasanya…heheheh, yach MAAF …..!!!).

Ketika seseorang berdo”a untuk orang lain, tanpa harap pamrih, tanpa ada efek secara pribadi … tentu merupakan salah satu bentuk sebuah keikhlasan. Maka di sinilah sebenarnya sebuah momen penting bagi seseorang untuk “belajar dikabulkan do”anya” …. (keterangan hadits), untuk belajar mengasah perasaan, hati dan keihlasannya, hingga pada akhirnya menjadi hamba yang senantiasa bahagia dengan melihat orang lain bahagia, peduli dengan lingkungannya dan InsyaAlloh senantiasa dekat dengan Tuhannya lewat do”a-do”a di media non-formalnya ….. (Spontanitas di luar shalat, dzikir …)

Lebih lanjut kami ingin menyampaikan sebuah hadits….”Perbanyaklah permohonan do”a kebaikan untukmu (kepada siapa saja), karena sesungguhnya engkau takkan pernah tahu, do”a siapa yang dikabulkan….”. Nah … dari keterangan hadits” di atas, terdapat salah satu garis merah yang bisa diejawantahkan, yakni hubungan antara terkabulnya do”a dan keihkhlasan (bebas nilai).

Mari kita saling mendo”akan …. semoga kita semua memperoleh yg terbaik dari Yang Maha Esa, dan kita semua menjadi hamba-hambanya yang shalih dan kholish …., tentu tidak ada lagi yang meragukan kualitas orang yang ikhlash ….. terlebih lagi dalam hal ibadah dan beramal (keterangan hadits).

Allohummaj”alnaaa minas shalihiiiin …. Allohummaj”alna minal kholishiiin …3x
(Ya Alloh jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang Soleh dan jadikanlah kami bagian dari orang-orang yang Ikhlash ….) . Amiiin…, semoga….

PP. Pandanaran, 26 Oktober 2009.
Caksyam.

caksyam hikmah ,

  1. tisa
    November 26th, 2009 at 09:09 | #1

    sungguh sangaT BERGUNA tulisan ini untukku…hari ini aku mendapat ilmu yang bermanfaat…alhamd hirobbilalamin