Kisah nyata ini kami dapatkan tempo hari (17/02) dari seorang teman sebut saja namanya Angga (bukan nama sebenarnya), mungkin sedikit terperangah dengan kenyataan yang ada, namun akhirnya kami hanya bisa mencoba mengambil hikmah yang ada dan memantabkan dalam diri untuk bahan perbaikan dan renungan, hingga akhirnya kami tulis dan share dengan harapan dapat mengingatkan kami kembali di masa-masa yang akan datang, serta lebih bermanfaat bagi sobat sekalian.
Kami mencoba mengawali dengan sebuah kesimpulan kecil…, yakni “sebagian dari kita sudah pudar kepercayaannya kepada Tuhannya”. Mungkin sobat sekalian akan bertanya, koq bisa ..???, apa buktinya ?? … berikut kisah yang diceritakan Angga kepada kami.
Pagi itu cukup cerah, cuaca yang cukup nyaman tuk melihat lebih jauh lingkungan sekitar. Akhirnya Angga yang kebetulan kedatangan tamu, mengajak Aziz (tamunya, bukan nama sebenarnya) untuk jalan-jalan keliling kota.
Read more…
caksyam hikmah api, bisnis
Berbagai hal bisa memotivasi seseorang untuk melakukan sesuatu, bahkan hal-hal yg mustahil …, namun satu hal bisa kita perhatikan … yakni ketika manusia termotivasi, tidak jarang muncul kekuatan tersembunyi dan potensi tinggi menyertai usaha dan semangat tinggi dalam diri.
Mungkin terlalu dini dan idealis … jika mengungkap sesuatu hal positif yang dilakukan hanya karena Alloh, jujur … berbeda dengan para Nabi dan Rasul, sebagian dari kita adalah manusia biasa, namun satu hal yang dapat ditarik sebuah garis merah …( sebagaimana Alloh menciptakan dunia beserta isinya melalui apa yang dinamakan dengan “Sunnatulloh”) … SEMUA BUTUH PROSES.
hmm .. . berkenaan dengan apa yg kami utarakan di atas, jadi teringat sama kenang-kenangan diskusi singkat kami bersama salah seorang sahabat, tentang berbagai hal … termasuk motivasi untuk menghafal Quran.
Read more…
caksyam hikmah alquran, tahfidz
Amin … amin… amin…., seorang temenku dengan khusu”nya berucap ketika mendengarkan percakapan penuh do”a. “hoey … ngomong dong !!!, amin melulu ..”, seorang temenku yg laen dengan nada guraunya protesss …., kemudian sang pengucap “amin” pun menjawab : “lho kan sayang..low ada yg memuji, berucap baek dan berangan-angan klo tidak di amini, ntar klo ada malaekat lewat gmana ???…., kesempatan g musthi datang dua kali lho…. hehehehe”.
Mengingat kejadian tersebut, aku senantiasa tersenyum…. dan mengamini meski dari sudut pandang yang berbeda. do”a … do”a dan doa … sebuah bentuk penghambaan lewat kata-kata, pengakuan atas kelemahan, pengharapan atas karunia dan kejujuran inderawi atas kebutuhan akan sentuhan ridlo dari Yang Maha Esa dan Pengabul segala apa yang terbaek bagi hamba-Nya.
Udah terbiasa berdo”a …???, kami yakin setiap insan dengan penuh keyakinan akan menjawab “Ya…”, dan memang itulah seharusnya, lalu untuk siapakah do”a tersebut dilantunkan…???, …Dalam salah satu unsur khutbah jum”at … terdapat “Do”a untuk umat islam secara keseluruhan”, adakah yang aneh disitu? .. mari coba kita tengok lebih jauh.
Read more…
caksyam hikmah do''a, ikhlash
Sekilas mungkin tulisan ini terkesan mengada-ada bahkan bisa dianggap tidak ada…., namun ketika berkaca bahwa “Dunia adalah ladang akhirat”… hmmm, kayaknya musti dishare aja neh….
Pagi ini (21/10) … kucoba tuk perhatikan suatu kondisi sunyi dan sepi, kegiatan klik sana dan klik sini pun mewarnai starting point aktifitas di awal hari. Ku membayangkan … betapa hebatnya Sang Pencipta Alam, menciptakan dunia bukan hanya dengan segala isinya…pun juga berbagai macam tantangan di dalamnya.
Lomba…,kompetisi…, sayembara berhadiah dan apapun namanya…, begitu kental mewarnai media informasi, terlebih lagi di dunia maya. Siapakah pemenangnya..???, jawaban yang bisa dimunculkan pertama kali tanpa harus punya ilmu laduni adalah …. “Orang yang berani mencoba”, tanpa terdaftar sebagai peserta lomba…tentu sangat kecil kemungkinan, bahkan mustahil untuk menjadi salah satu pemenangnya (betull..tidakkkk…???? ^_^).
Read more…
caksyam hikmah do''a
Ada yang baru dalam hidupku …, beberapa waktu yg lalu kukenal keponakan dari adik iparku sebut saja namanya “Kipli”… hmmm, jadi ingat film mencari Tuhan..eh bukan, sinetron “Kiamat sudah dekat” …hehehehe
awalnya kukenal dia biasa-biasa saja…, dan jujur gak banyak tahu tentangnya. Kemudian di lebaran tahun ini [1430 H] sedikit berbeda….
“Assalamu”alaikum..! ” terdengar salam dari depan rumah, “wa”alikum salam” .. kujawab salam itu sambil membuka pintu pagar dan …. kaget bukan kepalang, mataku sedikit melotot ..seakan tak percaya melihat tamu yang satu neh… , gaya rambut botak samping, agak merah, rambut berdiri di bagian tengah, pake jaket levis ketat dengan khas manik besi dan “baut” mungkin yach…ckckck, ditambah lagi celana model paku bumi (ketat membentuk postur kaki, lancip ke bawah…. silahkan dibayangkan sendiri, hehehe maaf ngerepotin…), pokoknya aseli punk dagh….
“Silahkan masuk…”, ku berkata …., “Mhn maaf lahir bathin yow mas.. lama g ketemu, hehehehehe”, dia langsung menjabat tanganku … , jujur aku pangling (agak lupa-lupa ingat) dengan sodara jauh satu neh…. coz gayanya yg berubah total, jarang ketemu lagi ..
Read more…
caksyam hikmah
Kisah ini dimulai ketika beberapa bulan yang lalu kami bersilaturahmi, bertemu dengan teman lama. Sungguh selalu ada sesuatu yang berbeda….. Di malam itu, temenku bercerita ttg seseorang kakek yang luar biasa, klo g salah dari jawa barat asalnya. Di usianya yang senja, kakek tersebut memegang teguh prinsip bahwa “semua berasal dari Yang Maha Esa dan akan kembali kepadanya, semua harta adalah titipan dan hanya amal (perbuatan dan jariyah) serta do””a yang akan turut serta”.
Read more…
caksyam hikmah
Jam sudah menandakan pukul setengah sebelas malam di hari kedua lebaran 1430 H., sejenak kusempatkan melihat keluar, di depan rumah, keadaan jalanan begitu lengang, jauh berbeda dengan tadi siang ketika banyak sekali orang berlalu-lalang tuk bersilaturahmi dengan sanak famili. Akhirnya kunyatakan, open house hari ini dicukupkan sekian. bersama adek dan Ibu, kami mulai membersihkan ruangan perjamuan, tak luput, gelas plastikpun turut dibersihkan … maklum jaman udah berubah, dulu minuman tamu dibuat seketika ketika tamu datang, baik berupa kopi, teh atau sekedar sirup buatan tangan dalam gelas bening ataupun cangkir, cukup untuk beberapa sruputan, menemani suasana hangat silaturahmi dengan perbincangan seru seputar keadaan famili. hmm, sekarang… cukup pesan air dalam kemasan dengan berbagai rasa yg ada, dalam kardus ato galon yang siap diisi ulang. Read more…
caksyam hikmah