Share : Bagaimana Menghafal Alquran
Alhamdulillah, kemaren malam (12/03) kami mendapatkan sebuah informasi menarik tuk dibagikan kepada sahabat sekalian, yakni sebuah metode dalam menghafalkan Alquran. Tulisan ini didokumentasikan oleh salah seorang teman di FB, Eko Apriyanto, dari sebuah tulisan yang disusun oleh Asy-Syaikh Dr. Abdul Muhsin Muhammad Al-Qasim, imam dan khathib di Masjid Nabawi. Semoga apa yang tertera bermanfaat tuk kita semua, tidak lupa pula kami memohon dan mengajak sahabat semua tuk saling mendoakan dan mendukung dalam mingkatkan cinta kita akan Alquran, mengamalkan Alquran dan berbagi keindahan Alquran. Mari menjadi generasi Qurani …, mari membentuk generasi Qurani, Semoga Alloh meridloi, Amin ….
Dalam tulisan ini, dibahas beberapa hal, antara lain:
- Keistimewaan metode yang diperkenalkan
- Menambah hafalan harian
- Menggabung hafalan baru dan lama (Muroja””””””””ah)
- Mengulang hafalan setelah selesai 30 Juz
- Anjuran dalam menjaga hafalan
- Membedakan bacaan mirip dalam Alquran
- Kaidah dan ketentuan umum dalam menghafal Alquran
Berikut tulisan lengkapnya …., Selamat membaca dan mencoba
Kisah nyata ini kami dapatkan tempo hari (17/02) dari seorang teman sebut saja namanya Angga (bukan nama sebenarnya), mungkin sedikit terperangah dengan kenyataan yang ada, namun akhirnya kami hanya bisa mencoba mengambil hikmah yang ada dan memantabkan dalam diri untuk bahan perbaikan dan renungan, hingga akhirnya kami tulis dan share dengan harapan dapat mengingatkan kami kembali di masa-masa yang akan datang, serta lebih bermanfaat bagi sobat sekalian.
Caksyam-Jogjakarta (14/01) : Matahari mulai terik. Jam di HP menunjukkan pukul 06.10 wib. Doa “kalamun” dilantunkan, pertanda pengajian sehabis shubuh berakhir. Kami pun, para santri, turun dari masjid, kembali ke guthekan (kamar) masing-masing. Krucuk …., Krucuk …., Krucuk …. tanpa sengaja, perut memberikan sinyal positifnya untuk segera ditunaikan haknya, yach … “sarapan pagi”.